Jawab: Lailatul-Qodar mempunyai beberapa
alamat/tanda, baik secara langsung (yaitu pada
malamnya) maupun setelah terjadi (yaitu pada
pagi harinya).
Adapun alamat secara langsung (yaitu pada
malamnya) di antaranya:
1. Sinar cahaya sangat kuat pada malam Lailatul-
Qodar dibandingkan dengan malam-malam yang
lainnya. Tanda ini pada zaman sekarang hanya
bisa dirasakan oleh mereka yang tinggal ditempat
yang jauh dari sinar listrik atau sejenisnya.
2. Bertambah kuatnya cahaya pada malam itu.
3. Thuma ’ninah. Yaitu ketenangan dan kelapangan
hati yang dirasakan oleh orang-orang yang
beriman lebih kuat dari malam-malam yang yang
lainnya.
4. Angin dalam keadaan tenang pada malam
Lailatul-Qodar, tidak berhembus kencang (tidak
ada badai) dan tidak ada guntur. Hal ini
berdasarkan hadits dari shohabat Jabir bin
Abdillah sesungguhnya Rosululloh bersabda
(yang artinya):
“Sesungguhnya Aku melihat Lailatul-Qodar
kemudian dilupakannya, Lailatul-Qodar turun
pada 10 akhir (bulan Romadlon) yaitu malam
yang terang, tidak dingin dan tidak panas serta
tidak turun hujan ”.
(HR. Ibnu Khuzaimah no.2190 dan Ibnu Hibban
no.3688 dan dishohihkan oleh keduanya).
Kemudian hadits dari shohabat ‘Ubadah bin
Shomit sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang
artinya) “Sesungguhnya alamat Lailatul-Qodar
adalah malam yang cerah dan terang seakan-
akan nampak didalamnya bulan bersinar terang,
tetap dan tenang, tidak dingin dan tidak panas.
Haram bagi bintang-bintang melempar pada
malam itu sampai waktu subuh. Sesungguhnya
termasuk dari tandanya adalah matahari terbit
pada pagi harinya dalam keadaan tegak lurus,
tidak tersebar sinarnya seperti bulan pada malam
purnama, haram bagi syaithon keluar
bersamanya (terbitnya matahari) pada hari itu ”.
(HR. Ahmad 5/324, Al-Haitsamy 3/175 dia
berkata : perawinya tsiqoh)
5. Terkadang Alloh memperlihatkan malam
Lailatul-Qodar kepada seseorang dalam
mimpinya. Sebagaimana hal ini terjadi pada diri
para shahabat Rosululloh .
6. Kenikmatan beribadah dirasakan oleh
seseorang pada malam Lailatul-Qodar lebih tinggi
dari malam-malam yang lainnya.
Adapun alamat setelah terjadi (yaitu pada pagi
harinya) di antaranya: Matahari terbit pada pagi
harinya dalam keadaan tidak tersebar sinarnya
dan tidak menyilaukan, berbeda dengan hari-hari
biasanya. Hal ini berdasarkan hadits dari shohabat
Ubay bin Ka ’ab yang mengatakan:
“Sesungguhnya Rosululloh mengkabarkan
kepada kami:
“Sesungguhnya Matahari terbit pada hari itu
dalam keaadaan tidak tersebar sinarnya”. (HR.
Muslim no.762, 2/828)
Adapun alamat yang menyebutkan bahwa tidak
ada atau sedikit gonggongan anjing pada malam
Lailatul-Qodar adalah tidak benar, karena
terkadang dijumpai pada 10 malam terakhir di
bulan Romadlon anjing dalam keadaan menyalak/
menggonggong. (Syaikh Utsaimin)
(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid
dari Fataawa Lajnah ad Da’imah, Syarhul Mumthi’
Ibnu Utsaimin, Fataawa wa Rasaail Ibnu Utsaimin,
dan Majmu ’Fataawa Syaikh Shalih Fauzan)
Sumber : Buletin Da’wah Al-Atsary
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan komentarnya